Kamis, 27 September 2012

TUGAS - Penjelasan perkembangan dan trend kedepan telematika


Perkembangan Telematika

Perkembangan Telematika sekarang ini makin terus berkembang. Teknologi semakin canggih dan penggunanya juga semakin ahli dalam memanfaatkan perkembangan yang terjadi.


Trend Kedepan Telematika

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK ) juga tidak akan kalah dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline, dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan faktor baru dari perkembangan teknologi. Antarmuka pun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu, GoogleApps, YahooApps Live semua berlomba menampilkan antarmuka yang terbaik dan lebih bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunannya.
Pada akhirnya, era robotik akan segera muncul. Segenap mesin dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industri kecil dan menengah, termasuk di tanah air. Jadi, dengan adanya teknologi manusia akan terus berkembang sehingga akan ada harapan - harapan tentang masa depan yang lebih baik.

PENULISAN - Cara kerja Jaringan Wireless


Cara Kerja Jaringan Wireless

Hardware dan Software Untuk Koneksi Wireless (Wi-Fi)

Komunikasi data menjadi sangat penting dalam kehidupan manusia saat ini. Kebutuhan akan adanya internet nirkabel, menuntut orang untuk meng-update periperal komputernya. Berikut adalah beberapa contoh alat-alat yang digunakan utk koneksi nirkabel (wireless)

Dibawah ini adalah contoh dari perangkat dan jenis untuk perlengkapan WIfi (Wireless Network)
Hardware Access Point + plus

Perangkat dibawah ini adalah perangkat standard yang digunakan untuk access point. Access Point dapat berupa perangkat access point saja atau dengan dual fungsi sebagai internal router. Bahkan pada model terbaru sudah ditambahkan teknologi Super G dengan kemampuan double transmisi, smart DHCP bagi client network dan hardware standard monitor serta Firewall dan sebagainya.

Alat Access point dapat dipasangkan pada sebuah hub, cable modem atau alat lainnya untuk menghubungkan computer dengan WIFI kedalam sebuah network lain.

PCMCIA Adapter

Alat ini dapat ditambahkan pada notebook dengan pada PCMCIA slot. Model PCMCIA juga tersedia dengan tipe G atau double transmit..

USB Wireless Adaptor

Termasuk perangkat baru dan praktis pada teknologi WIFI. Alat ini mengambil power 5V dari USB port. Untuk kemudahan USB WIFI adapter dengan fleksibel ditempatkan bagi notebook dan PC. Tetapi pada perangkat USB WIFI Adapter memiliki batasan. Sebaiknya mengunakan USB port 2.0 karena kemampuan sistem WIFI mampu mencapai data rate 54Mbps. Bila anda memerlukan kepraktisan, penambahan perangkat Wireless USB adaptor adalah pilihan yang tepat, karena bentuknya yang praktis dan dapat dilepas. Tetapi perlu diingatkan bahwa dengan supply power kecil dari USB port alat juga memilki jangkauan lebih rendah, selain bentuk antenna yang ditanam didalam cover plastik akan menghambat daya pancar dan penerimaan pada jenis perangak ini.

USB Add-on PCI slot

Perangkat ini umumnya diberikan bersama paket mainboard untuk melengkapi perangkat WIFI pada sebuah computer. Sama kemampuannya dengan PCI card wireless network tetapi mengunakan jack USB internal pada mainboard termasuk pemakaian power diambil dari cable tersebut. Perangkat pada gambar dibawah ini juga dapat diaktifkan sebagai Access Point melalui software driver. Kekuatan alat ini terletak pada antenna, dan memiliki jangkauan sama seperti PCI Wireless adaptor.

Mini PCI bus adapter

Perangkat miniPCI bus untuk WIFI notebook berbentuk card yang ditanamkan didalam case notebook. Berbeda dengan card yang digunakan pada computer dengan PCI interface. PCImini bus adalah slot PCI yang disediakan pada notebook dan pemakai dapat menambahkan perangkat seperti WIFI adaptor didalam sebuah notebook. Umumnya perangkat hardware dengan miniPCI bus tidak dijual secara umum, tetapi model terbaru seperti pada Gigabyte GN-WIAG01 dengan kemampuan WIFI Super G sudah dijual bebas untuk upgrade Wireless adaptor bagi sebuah notebook.

Perangkat mini PCI untuk wireless nantinya diberikan 2 buah socket antena dan terhubung dengan antena di sisi layar sebuah notebook. Untuk keterangan dimana perangkat ini dipasang, dapat dilihat pada gambar menginstall Mini PCI bus.

PCI card wireless network

PCIcard Wireless network dapat juga berupa sebuah card WIFI yang ditancapkan pada slot computer atau dengan mengambil power dari USB tetapi dipasangkan pada PCI slot. Perangkat Wireless network dapat juga diaktifkan menjadi Access point. Perangkat jenis PCI card dipasangkan permanen pada sebuah desktop PC.

Cara Kerja Jaringan Wireless

Jaringan Wireless bisa sukses dalam mengirim dan menerima data, dari dan ke sesamanya, maka ada tiga komponen dibutuhkan, yaitu:

Sinyal Radio (Radio Signal).
Format Data (Data Format).
Struktur Jaringan atau Network (Network Structure).
Masing-masing dari ketiga komponen ini berdiri sendiri-sendiri dalam cara kerja dan fungsinya. Kita mengenal adanya 7 Model Lapisan OSI (Open System Connection), yaitu:

Physical Layer (Lapisan Fisik)
Data-Link Layer (Lapisan Keterkaitan Data)
Network Layer (Lapisan Jaringan)
Transport Layer (Lapisan Transport)
Session Layer (Lapisan Sesi)
Presentation Layer (Lapisan Presentasi)
Application Layer (Lapisan Aplikasi)
Masing-masing dari ketiga komponen yang telah disebutkan di atas berada dalam lapisan yang berbeda-beda. Mereka bekerja dan mengontrol lapisan yang berbeda. Sebagai contoh: Sinyal Radio (komponen pertama), bekerja pada physical layer, atau lapisan fisik. Lalu Format Data atau Data Format mengendalikan beberapa lapisan diatasnya. Dan struktur jaringan berfungsi sebagai alat untuk mengirim dan menerima sinyal radio.

Lebih jelasnya, cara kerja wireless LAN dapat diumpakan seperti cara kerja modem dalam mengirim dan menerima data, ke dan dari internet. Saat akan mengirim data, peralatan-peralatan Wireless tadi akan berfungsi sebagai alat yang mengubah data digital menjadi sinyal radio. Lalu saat menerima, peralatan tadi berfungsi sebagai alat yang mengubah sinyal radio menjadi data digital yang bisa dimengerti dan diproses oleh komputer.

Cara Kerja sinyal radio diubah menjadi data digital :

Prinsip dasar yang digunakan pada teknologi wireless ini sebenarnya diambil dari persamaan yang dibuat oleh James Clerk Maxwell di tahun 1964.

Dalam persamaan itu, dengan gamblang dan jelas Maxwell berhasil menunjukkan fakta bahwa, setiap perubahan yang terjadi dalam medan magnet itu akan menciptakan medan-medan listrik. Dan sebaliknya, setiap perubahan yang terjadi dalam medan-medan listrik itu akan menciptaken medan-medan magnet. Lebih lanjut Maxwell menjelaskan, saat arus listrik (AC atau alternating current) bergerak melalui kabel atau sarana fisik (konduktor) lainnya, maka, beberapa bagian dari energinya akan terlepas ke ruang bebas di sekitarnya, lalu membentuk medan magnet atau alternating magnetic field. Kemudian, medan magnet yang tercipta dari energy yang terlepas itu akan menciptakan medan listrik di ruang bebas, yang kemudian akan menciptakan medan magnet lagi, lalu medan listrik lagi, medan magnet lagi, dan seterusnya, hingga arus listrik yang asli atau yang pertama terhenti.

Bentuk energy yang tercipta dari perubahan-perubahan ini, disebut dengan radiasi elektromagnetik (electromagnetic radiation), atau biasa kita kenal sebagai gelombang radio. Itu artinya, radio dapat di definisikan sebagai radiasi dari energi elektromagnetik yang terlepas ke udara (ruang bebas). Alat yang menghasilkan gelombang radio itu biasa dinamakan TRANSMITTER. Lalu alat yang digunakan untuk mendeteksi dan menangkap gelombang radio yang ada udara itu, biasa dinamakan RECEIVER.

Agar kedua alat ini (transmitter dan receiver) lebih fokus saat mengirim, membuat pola gelombang, mengarahkan, meningkatkan, dan menangkap sinyal radio, ke dan dari udara, maka dibantulah dengan alat lain, yaitu ANTENA. Berkat persamaan dari Maxwell, transmitter, receiver, serta antena, yang kemudian disatukan dalam semua peralatan wireless LAN itulah, maka komputer bisa berkomunikasi, mengirim dan menerima data melalui gelombang radio, atau biasa disebut dengan wireless netwok.

Begitu banyak stasiun Radio dengan frequency yang berbeda-beda agar tidak saling bertabrakan, gelombang radio yang akan dikirimkan ke udara itu bisa diatur frequencynya. Yaitu dengan cara mengatur atau memodifikasi arus listrik yang berada pada peralatan pengirim dan penerima tadi (transmitter, receiver). Dan jarak yang menjadi pemisah antar frequency dinamakan SPECTRUM. Lalu, bagian terkecil dari spectrum disebut dengan BAND. Dan untuk mengukur jumlah perulangan dari satu gelombang ke gelombang yang terjadi dalam hitungan detik, digunakanlah satuan HERTZ (Hz). Hertz, diambil dari nama orang yang pertama kali melakukan percobaan mengirim dan menangkap gelombang radio, yaitu HEINRICH HERTZ. Satu hertz dihitung sebagai jarak antara satu gelombang ke gelombang berikutnya. Dan sinyal radio itu umumnya berada pada frequency ribuan, jutaan, atau milyaran hertz (KHz, MHz, GHz). Dengan mengatur frequency itulah maka sinyal radio bisa tidak saling bertabrakan.

PENULISAN - Layanan telematika


Pendahuluan
Berdasarkan Instruksi Pesiden Republik Indonesia (Inpres) nomor 6 tahun 2001. Pesatnya kemajuan teknologi telekomunikasi, media, dan informatika atau disingkat sebagai teknologi telematika serta meluasnya perkembangan infrastruktur informasi global telah merubah pola dan cara kegiatan bisnis dilaksanakan di industri, perdagangan, dan pemerintah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat informasi telah menjadi paradigma global yang dominan. Kemampuan untuk terlibat secara efektif dalam revolusi jaringan informasi akan menentukan masa depan kesejahteraan bangsa.
Berbagai keadaan menunjukkan bahwa Indonesia belum mampu mendayagunakan potensi teknologi telematika secara baik, dan oleh karena itu Indonesia terancam "digital divide" yang semakin tertinggal terhadap negara-negara maju. Kesenjangan prasarana dan sarana telematika antara kota dan pedesaaan, juga memperlebar rurang perbedaan sehingga terjadi pula "digital divide" di dalam negara kita sendiri. Indonesia perlu melakukan terobosan agar dapat secara efektif mempercepat pendayagunaan teknologi telematika yang potensinya sangat besar itu,untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mempererat persatuan bangsa sebagai landasan yang kokoh bagi pembangunan secara berkelanjutan.
Di dalam hal ini pemerintah perlu secara proaktif dan dengan komitmen yang tinggi membangun kesadaran politik dan menumbuhkan komitmen nasional, membentuk lingkungan bisnis yang kompetitif, serta meningkatkan kesiapan masyarakat untuk mempercepat pengembangan dan pendayagunaan teknologi telematika secara sistematik.
Indonesia perlu menyambut komitmen dan inisiatif berbagai lembaga internasional, kelompok negara atau negara-negara lain secara sendiri-sendiri dalam meningkatkankerja sama yang lebih erat dalam penyediaan sumber daya pembiayaan, dukungan teknis, dan sumber daya lain untuk membantu Indonesia sebagai negara berkembang mengatasi "digital divide". Dengan kenyataan tersebut, pemerintah dengan ini menyatakan komitmen untuk melaksanakan kebijakan serta melakukan langkah-langkahdalam bentuk program aksi yang dapat secara nyata mengatasi "digital divide", dengan arah pengembangan sebagai yang dimaksud dalam isi kerangka kebijakan ini.

1. Layanan Telematika dibidang InformasiPenggunaan teknologi telematika dan aliran informasi harus selalu ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiksinan dan kesenjangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, teknologi telematika juga harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkan keharmonisan di kalangan masyarakat
Wartel dan Warnet memainkan peranan penting dalam masyarakat. Warung Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun desa, bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempat tinggal atau di tempat kerjanya. Oleh karena itu langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan jangkauan dan kandungan informasi pelayanan publik, memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengembangkan sentra-sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta menyediakan layanan "e-commerce" bagi usaha kecil dan menengah, sangat diperlukan. Dengan demikian akan terbentuk Balai-balai Informasi. Untuk melayani lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh masyarakat.

2. Layanan Telematika di bidang Keamanan
Layanan telematika juga dimanfaatkan pada sector-sektor keamanan seperti yang sudah dijalankan oleh Polda Jatim yang memanfaatkan TI dalam rangka meningkatkan pelayanan keamanan terhadap masyarakat. Kira-kira sejak 2007 lalu, membuka layanan pengaduan atau laporan dari masyarakat melalui SMS dengan kode akses 1120. Selain itu juga telah dilaksanakan sistem online untuk pelayanan di bidang Lalu Lintas. Polda Jatim memiliki website di http://www.jatim.polri.go.id, untuk bisa melayani masyarakat melalui internet. Hingga kini masih terus dikembangkan agar dapat secara maksimal melayani masyarakat. Bahkan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polda Jatim sudah banyak memanfaatkan fasilitas website ini dan sangat bermanfaat dalam menangani kasus-kasus yang sedang terjadi dan lebih mudah dalam memantau setiap perkembangan kasus atau laporan, baik laporan dari masyarakat maupun laporan internal untuk Polda Jatim sendiri. Bukan hanya penanganan kasus kejahatan semata, tapi juga termasuk laporan terkait lalu lintas, intelijen, tindak pidana ringan (tipiring) di masyarakat, pengamanan untuk pemilu, termasuk laporan bencana alam. Masyarakat juga bisa menyampaikan uneg-uneg atau opini mengenai perilaku dan layanan dari aparat kepolisian melalui email atau website . Semoga saja daerah-daerah lainnya yang tersebar diseluruh Indonesia dapat memanfaatkan teknologi telematika seperti halnya Polda Jatim agar terciptanya negara Indonesia yang aman serta disiplin.
Indonesia perlu menciptakan suatu lingkungan legislasi dan peraturan perundang-undangan.Upaya ini mencakup perumusan produk-produk hukum baru di bidang telematika (cyber law) yang mengatur keabsahan dokumen elektronik, tanda tangan digital, pembayaran secara elektronik, otoritas sertifikasi, kerahasiaan, dan keamanan pemakai layanan pemakai layanan jaringan informasi. Di samping itu, diperlukan pula penyesuaian berbagai peraturan perundang-undangan yang telah ada, seperti mengatur HKI, perpajakan dan bea cukai, persaingan usaha, perlindungan konsumen, tindakan pidana, dan penyelesaian sengketa. Pembaruan perauran perundang-udangan tersebut dibutuhkan untuk memberikan arah yang jelas, transparan, objektif, tidak diskriminatif, proporsional, fleksibel, serta selaras dengan dunia internasional dan tidak bias pada teknologi tertentu. Pembaruan itu juga diperlukan untuk membentuk ketahanan dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman dan kejahatan baru yang timbul sejalan dengan perkembangan telematika.

3. Layanan Context Aware dan Event-BasedDi dalam ilmu komputer menyatakan bahwa perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness. Context-awareness adalah kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.
Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:
1. The acquisition of context
Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.

2. The abstraction and understanding of context
Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.

3. Application behaviour based on the recognized contextTerakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.

Sumber: http://helenamayawardhani.wordpress.com/2009/07/17/context-awareness/

PENULISAN - kolaborasi arsitektur ( client dan server )



Arsitektur sisi client server serta kolaborasinya

Arsitektur Client-Server Telematika Serta Kolaborasinya

Arsitektur Client Side
Merujuk pada pelaksanaan data pada browser sisi koneksi HTTP. JavaScript adalah sebuah contoh dari sisi eksekusi client dan contoh dari sisi penyimpanan pada client adalah cookie.

Karakteristik :
- Memulai terlebih dahulu permintaan ke server.
- Menunggu dan menerima balasan.
- Terhubung ke sejumlah kecil server pada waktu tertentu.
- Berinteraksi langsung dengan pengguna akhir, dengan menggunakan GUI.

Arsitektur Server Side
Pada server side, ada sebuah server Web khusus yang bertugas mengeksekusi perintah dengan menggunakan standar metode HTTP. Misalnya penggunaan CGI script pada sisi server yang mempunyai tag khusus yang tertanam di halaman HTML. Tag ini memicu terjadinya perintah untuk mengeksekusi.

Karakteristik :
- Menunggu permintaan dari salah satu client.
- Melayani permintaan klien dan menjawab sesuai data yang diminta oleh client.
- Suatu server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan client.
- Jenis-jenisnya : web server, FTP server, database server, E-mail server, file server, print server.

Secara umum Arsitektur Client-Server merupakan sebuah aplikasi terdistribusi yang bertugas untuk mempartisi atau membagi pekerjaan antara server(penyedia layanan) dan client. Client dan server sering juga beroperasi menggunakan jaringan komputer pada hardware yang terpisah. Server adalah sebuah mesin yang memiliki performa tinggi dan menjalankan satu atau lebih program untuk memberikan data-data pada client. Sebuah client tidak mempunyai sumber daya apapun, namun meminta server untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan. Oleh karena itu clientlah yang terlebih dahulu memulai sesi komunikasi dengan server yang menunggu request dari clientnya.

Dalam perkembangannya, client dan server dikembangkan oleh berbagai perusahaan software besar seperti Lotus, Microsoft, Novell, Baan, Informix, Oracle, PeopleSoft, SAP, Sun, dan Sybase. Perusahaan-perusahaan ini adalah superstar pada era pertama dimunculkannya konsep client dan server. Saat ini perusahaan-perusahaan tersebut telah menjadi perusahaan komputer yang stabil dan besar.

Dibawah ini merupakan penjelasan tentang beberapa kolaborasi arsitektur sisi client dan sisi server :

1) Arsitektur Single- Tier
Arsitektur Single- Tier adalah semua komponen produksi dari sistem dijalankan pada komputer yang sama. Sederhana dan alternatifnya sangat mahal. Membutuhkan sedikit perlengkapan untuk dibeli dan dipelihara. Kelemahan pada keamanan dari arsitektur ini yaitu rendahnya dan kurangnya skalabilitas. Sebuah arsitektur skala besar yang dapat dengan mudah diperluas atau dilengkapi untuk memenuhi performa yang dibutuhkan.

Biarpun demikian, semua komponen utama dan data yang ada pada satu komputer didalam perlindungan firewall tetap sangat rentan terhadap serangan berbahaya. Menjalankan semua komponen pada sebuah komputer juga membatasi kemungkinan untuk memperluas dan mengoptimalisasinya. Kita hanya dapat menambahkan beberapa memory atau CPU pada sebuah server tunggal.

2) Arsitektur Two-tier
Pada Arsitektur Two-tier, antarmukanya terdapat pada lingkungan desktop dan sistem manajemen database biasanya ada pada server yang lebih kuat yang menyediakan layanan pada banyak client. Pengolahan informasi dibagi antara lingkungan antarmuka sistem dan lingkungan server manajemen database. Manajemen database server mendukung untuk penyimpanan prosedur dan trigger. Vendor perangkat lunak menyediakan alat-alat untuk menyederhanakan pengembangan aplikasi untuk arsitektur dua lapis client dan server .

Arsitektur two-tier lebih aman dan terukur daripada pendekatan single-tier. Database Server dipindahlan ke mesin terpisah di belakang firewall yang kedua. Ini menambah keamanan tambahan dengan menghapus data pelanggan sensitif dari DMZ. Mempunyai database pada komputer yang terpisah meningkatkan kinerja keseluruhan situs. Kelemahannya adalah biaya yang mahal dan arsitektur yang kompleks.

3) Arsitektur Three-tier
Arsitektur Three-Tier diperkenalkan untuk mengatasi kelemahan dari arsitektur two-tier. Di tiga tingkatan arsitektur, sebuah middleware digunakan antara sistem user interface lingkungan client dan server manajemen database lingkungan. Middleware ini diimplementasikan dalam berbagai cara seperti pengolahan transaksi monitor, pesan server atau aplikasi server. Middleware menjalankan fungsi dari antrian, eksekusi aplikasi dan database staging. Di samping itu middleware juga mempunyai penjadwalan dan prioritas pada pekerjaan yang sedang dilakukan. Three-tier client dan server arsitektur digunakan untuk meningkatkan performa untuk jumlah pengguna besar dan juga meningkatkan fleksibilitas ketika dibandingkan dengan pendekatan dua tingkat. Kekurangannya adalah pengembangan lebih sulit daripada pengembangan pada arsitektur dua lapis.

Service Telematika

Seperti halnya infrastruktur transportasi, jalan, dan listrik, teknologi telematika yang merupakan konvergensi dari telekomunikasi, teknologi informasi dan penyiaran memungkinkan terlaksananya aktivitas perekonomian dan sosial kemasyarakatan dengan lebih baik. Walaupun kontribusi sektor telematika dalam Pendapatan Nasional belum cukup signifikan, namun dengan tersedianya infrastruktur dan layanan telekomunikasi dan informasi, sesungguhnya hal tersebut sangat membantu aktivitas perekonomian, pendidikan, pemerintahan dan aktivitas di sektor lain untuk dapat lebih cepat berputar, lebih efisien berproses dan pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan di sektor lain selain telekomunikasi dan informasi



Apakah Kolaborasi Antar muka Otomotif Multimedia itu?

Kolaborasi Antar muka Otomotif Multimedia adalah Sebuah kelompok yang dibuat oleh pembuat (maker) untuk menciptakan standar umum yang digunakan untuk mengatur bagaimana cara kerja perangkat elektronik, seperti komputer dan hiburan unit, berkomunikasi dengan kendaraan. Dan memiliki anggota: Fiat, Ford, General Motors, Honda, Mitsubishi, Nissan, PSA Peugeot-Citroen, Renault, …

Automotive Multimedia Interface Kolaborasi (AMIC) mengatakan akan menjadi tuan rumah tiga update internasional briefing untuk menjadi pemasok otomotif, komputer dan teknologi tinggi industri elektronik. Briefing akan diadakan 23 Februari di Frankfurt, Jerman; Februari 29 di Tokyo; dan Maret 9 di Detroit.

“AMIC telah membuat suatu kemajuan yang signifikan dalam satu tahun terakhir ini dalam menyelesaikan struktur organisasi dan mencapai kesepakatan mengenai persyaratan yang diperlukan untuk hardware dan software baik di masa depan mobil dan truk,” Jurubicara AMIC Dave Acton berkata, “Dan sekarang sudah saatnya bagi kita untuk bertemu dengan pemasok dan mereka yang tertarik untuk menjadi pemasok untuk memastikan kami pindah ke tahap berikutnya pembangunan kita bersama-sama. “
Acton menekankan bahwa AMIC terbuka untuk semua pemasok yang tertarik bisnis elektronik. AMIC dibentuk pada bulan September l998 dan saat ini dipimpin oleh 12 produsen otomotif dan anak perusahaan yang meliputi: BMW, DaimlerChrysler, Ford, Fiat, General Motors, Honda, Mitsubishi, Nissan, PSA / Peugeot-Citroen, Renault, Toyota, dan VW. Seorang juru bicara mengatakan kelompok AMIC berencana untuk mendirikan sebuah kantor di San Francisco di masa depan.

Open Service Gateway Initiative (OSGI)

OSGi Alliance yang independen merupakan lembaga nirlaba yang terdiri dari inovator dan pengembang teknologi dan fokus pada interoperabilitas aplikasi dan layanan yang berbasis pada integrasi komponen platform.

OSGi teknologi adalah sistem modul dinamis untuk Java ™
Teknologi OSGi Universal Middleware. OSGi teknologi menyediakan layanan berorientasi, komponen berbasis lingkungan untuk para pengembang dan menawarkan cara-cara standar untuk mengelola siklus hidup perangkat lunak. Kemampuan ini sangat meningkatkan nilai berbagai komputer dan perangkat yang menggunakan platform Java.
Dibentuk pada tahun 1999, Aliansi OSGi awalnya berfokus pada solusi untuk Embedded Jawa dan perangkat jaringan pasar. Akibatnya teknologi OSGi telah diterapkan dan digunakan dalam produk dan solusi di seluruh dunia dan di berbagai pasar. Saat ini, teknologi OSGi juga menikmati penerimaan luas dalam komunitas Open Source, seperti yang ditunjukkan oleh Apache Derby Felix dan proyek-proyek, Eclipse Callisto, Equinox dan proyek-proyek Corona, OSCAR, Knopflerfish, dan lain-lain. Akibatnya inti teknologi OSGi kini semakin lazim di Enterprise, dan juga dipandang sebagai komponen kunci dari generasi berikutnya Layanan Java Platform dinamis yang memungkinkan penggelaran layanan Web 2.0 dan mashup.
Pengadopsi teknologi OSGi manfaat dari peningkatan waktu ke pasar dan mengurangi biaya pengembangan karena teknologi OSGi menyediakan integrasi pra-dibangun dan pra-komponen subsistem diuji. Teknologi ini juga mengurangi biaya pemeliharaan dan kemajuan aftermarket baru peluang unik karena jaringan dapat dimanfaatkan untuk secara dinamis mengupdate atau memberikan layanan dan aplikasi di lapangan.

OSGi Alliance Keanggotaan
Anggota OSGi Alliance membantu mengembangkan platform integrasi komponen spesifikasi, implementasi referensi, test suite dan program-program sertifikasi. Selain sponsor Aliansi pengembangan pasar, pendidikan dan program-program penghubung, dan mempromosikan pembentukan Forum Pengguna di seluruh dunia untuk mengembangkan global industri lintas ekosistem.

The OSGi Arsitektur
Teknologi yang OSGi adalah seperangkat spesifikasi yang mendefinisikan sistem komponen dinamis untuk Java. Spesifikasi ini memungkinkan suatu model pengembangan aplikasi di mana (dinamis) terdiri dari banyak berbeda (reusable) komponen. Spesifikasi yang memungkinkan komponen OSGi untuk menyembunyikan implementasi dari komponen lain saat berkomunikasi melalui layanan, yang merupakan objek yang secara khusus dibagi antara komponen. Mengherankan model sederhana ini telah mencapai jauh efek untuk hampir semua aspek dari proses pengembangan perangkat lunak.
Meskipun komponen telah di cakrawala untuk waktu yang lama, sejauh ini mereka gagal untuk membuat baik pada janji-janji mereka. OSGi adalah teknologi pertama yang benar-benar berhasil dengan sistem komponen yang memecahkan banyak masalah nyata dalam pengembangan software. Adopter dari teknologi OSGi melihat kerumitan berkurang secara signifikan di hampir semua aspek pembangunan. Kode lebih mudah untuk menulis dan menguji, menggunakan kembali meningkat, membangun sistem menjadi sangat sederhana, penyebaran lebih mudah dikelola, bug terdeteksi lebih awal, dan runtime memberikan wawasan yang sangat besar apa yang sedang berjalan. Paling penting, ia bekerja seperti yang dibuktikan oleh adopsi yang luas dan populer digunakan dalam aplikasi seperti Eclipse dan Spring.
Kami mengembangkan teknologi OSGi untuk menciptakan sebuah lingkungan perangkat lunak kolaboratif. Kami tidak mencari kemungkinan untuk menjalankan beberapa aplikasi dalam satu VM. Aplikasi server sudah melakukan itu (walaupun mereka belum sekitar ketika kita mulai tahun 1998). Tidak, masalah kita lebih sulit. Kami ingin aplikasi yang muncul dari menyatukan berbagai komponen dapat digunakan kembali yang tidak memiliki pengetahuan a-priori satu sama lain. Bahkan lebih keras, kita ingin bahwa aplikasi untuk merakit secara dinamis muncul dari seperangkat komponen. Sebagai contoh, Anda memiliki rumah server yang mampu mengelola lampu dan peralatan Anda. Sebuah komponen dapat memungkinkan Anda untuk menghidupkan dan mematikan lampu di atas halaman web. Komponen lain bisa memungkinkan Anda untuk mengontrol peralatan mobile melalui pesan teks. Tujuannya adalah untuk mengizinkan fungsi-fungsi lain tersebut akan ditambahkan tanpa memerlukan bahwa pengembang telah rumit pengetahuan satu sama lain dan membiarkan komponen ini akan ditambahkan secara independen.

Layering
Yang berlapis-lapis OSGi memiliki model yang digambarkan dalam gambar berikut.

Daftar berikut berisi definisi singkat dari istilah:
• Kumpulan – Kumpulan adalah komponen OSGi yang dibuat oleh pengembang.
• Jasa – Layanan bundel menghubungkan lapisan dalam cara yang dinamis dengan menawarkan menerbitkan-menemukan-model mengikat Jawa lama untuk menikmati objek.
• Life-Siklus – The API untuk instalasi, start, stop, update, dan menghapus bundel.
• Modul – Lapisan yang mendefinisikan bagaimana sebuah bungkusan dapat mengimpor dan mengekspor kode.
• Keamanan – Lapisan yang menangani aspek keamanan.
• Pelaksanaan Lingkungan – Tetapkan apa yang metode dan kelas-kelas yang tersedia dalam platform tertentu.
Konsep ini lebih luas dijelaskan dalam bagian berikut.

Modul
Konsep dasar yang memungkinkan sistem seperti ini adalah modularitas. Modularitas, simplistically berkata, adalah tentang dengan asumsi kurang. Modularitas adalah tentang menjaga hal-hal lokal dan tidak berbagi. Sulit untuk keliru tentang hal-hal yang tidak memiliki pengetahuan dan tidak membuat asumsi tentang mereka. Oleh karena itu, modularitas merupakan inti dari spesifikasi OSGi dan diwujudkan dalam konsep bundel. Dalam istilah Jawa, sebuah kemasan adalah dataran JAR tua. Namun, di mana di Jawa standar segalanya dalam JAR benar-benar dapat dilihat oleh semua guci lain, OSGi menyembunyikan segala sesuatu dalam JAR, kecuali secara eksplisit diekspor. Sebuah bundel yang ingin menggunakan JAR lain harus secara eksplisit mengimpor bagian-bagian yang dibutuhkan. Secara default, tidak ada berbagi.
Meskipun kode bersembunyi dan berbagi eksplisit memberikan banyak manfaat (misalnya, yang memungkinkan beberapa versi dari library yang sama yang digunakan dalam satu VM), kode berbagi hanya ada untuk mendukung layanan OSGi model. Model layanan tentang kumpulan yang berkolaborasi.

Layanan
Alasan kita membutuhkan layanan model ini adalah karena Jawa menunjukkan betapa sulitnya menulis model kolaboratif dengan kelas hanya berbagi. Solusi standar di Jawa adalah dengan menggunakan pabrik-pabrik yang menggunakan kelas dinamis pemuatan dan statika. Sebagai contoh, jika Anda ingin DocumentBuilderFactory, Anda memanggil metode DocumentBuilderFactory pabrik statis. NewInstance (). Di balik façade, metode yang newInstance setiap kelas loader mencoba trik dalam buku (dan beberapa yang tidak) untuk membuat sebuah instance dari sebuah implementasi DocumentBuilderFactory subkelas dari kelas. Mencoba mempengaruhi pelaksanaan apa yang digunakan adalah non-sepele (model jasa, properti, konvensi di nama kelas), dan biasanya global untuk VM. Juga itu adalah model pasif. Kode pelaksanaan tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengiklankan ketersediaannya, atau dapat daftar pengguna yang mungkin memilih implementasi dan implementasi yang paling cocok. Juga tidak dinamis. Setelah tangan keluar penerapan sebuah contoh, ia tidak bisa menarik objek. Terburuk, pabrik mekanisme konvensi digunakan di ratusan tempat di VM di mana setiap pabrik unik memiliki API dan mekanisme konfigurasi. Tidak ada tersentralisasi ikhtisar implementasi yang terikat kode Anda.
Solusi untuk semua masalah ini adalah layanan OSGi registri. Sebuah bundel dapat menciptakan sebuah benda dan mendaftarkannya dengan layanan OSGi registri di bawah satu atau lebih interface. Kumpulan lain bisa pergi ke registri dan daftar semua objek yang terdaftar di bawah antarmuka khusus atau kelas. Sebagai contoh, sebuah kemasan memberikan pelaksanaan DocumentBuilder. Ketika dijalankan, itu menciptakan sebuah instance dari kelas dan mendaftarkan DocumentBuilderFactoryImpl dengan registri di bawah kelas DocumentBuilderFactory. Sebuah bundel yang memerlukan DocumentBuilderFactory bisa pergi ke registri dan meminta untuk semua layanan yang tersedia yang memperpanjang DocumentBuilderFactory kelas. Bahkan lebih baik, sebuah kemasan dapat menunggu untuk layanan tertentu untuk muncul dan kemudian mendapatkan panggilan kembali.
Sebuah bundel demikian bisa mendaftar layanan, itu bisa mendapatkan layanan, dan dapat mendengarkan layanan untuk muncul atau menghilang. Sejumlah bundel dapat mendaftar jenis layanan yang sama, dan sejumlah bundel bisa mendapatkan layanan yang sama.

Apa yang terjadi bila beberapa kumpulan objek mendaftar di bawah antarmuka yang sama atau kelas? Bagaimana ini dapat dibedakan? Jawabannya adalah properti. Setiap layanan registrasi memiliki seperangkat standar dan adat properti. Sebuah bahasa filter ekspresif tersedia hanya untuk memilih layanan yang Anda minati. Sifat dapat digunakan untuk mencari layanan yang tepat atau dapat memainkan peran lain di tingkat aplikasi.
Layanan bersifat dinamis. Ini berarti bahwa sebuah kemasan dapat memutuskan untuk menarik layanan dari registri sementara kumpulan lain masih menggunakan layanan ini. Kumpulan menggunakan layanan tersebut kemudian harus memastikan bahwa mereka tidak lagi menggunakan layanan objek dan jatuhkan referensi apapun. Kami tahu, ini terdengar seperti kompleksitas yang signifikan, tetapi ternyata bahwa kelas penolong seperti Tracker Layanan dan kerangka kerja seperti iPOJO, Spring, dan Layanan deklaratif dapat membuat rasa sakit yang minimal, sementara keuntungan yang cukup besar. Dinamika layanan ditambahkan sehingga kami dapat menginstal dan menghapus buntalan on the fly sementara kumpulan lain bisa beradaptasi. Itu adalah, sebuah kemasan dapat tetap memberikan fungsionalitas bahkan jika layanan http pergi. Namun, kami mengetahui dari waktu ke waktu bahwa dunia nyata yang dinamis dan banyak masalah yang jauh lebih mudah untuk model dengan layanan dinamis daripada statis pabrik. Sebagai contoh, sebuah layanan Device dapat mewakili salah satu perangkat pada jaringan lokal. Jika perangkat hilang, mewakili layanan ini tidak terdaftar. Dengan cara ini, ketersediaan model-model layanan ketersediaan entitas dunia nyata. Ini berhasil sangat baik dalam, misalnya, model OSGi terdistribusi di mana layanan ini dapat ditarik jika koneksi ke mesin remote hilang. Hal ini juga ternyata bahwa dinamika memecahkan masalah inisialisasi. OSGi aplikasi tidak memerlukan memulai tertentu memesan dalam bundel.
Efek dari registri layanan telah banyak API khusus bisa jauh model layanan dengan registri. Hal ini tidak hanya menyederhanakan aplikasi secara keseluruhan, hal itu juga berarti bahwa alat-alat standar dapat digunakan untuk debug dan melihat bagaimana sistem kabel atas.
Meskipun registri layanan menerima objek apapun sebagai layanan, cara terbaik untuk mencapai adalah dengan mendaftar menggunakan kembali objek-objek ini di bawah (standar) antarmuka untuk decouple pelaksana dari kode klien. Ini adalah alasan Aliansi OSGi menerbitkan spesifikasi Compendium. Spesifikasi ini mendefinisikan jumlah besar layanan standar, dari Layanan log ke Negara Pengukuran dan spesifikasi. Semua layanan standar ini dijelaskan dengan sangat rinci.

Deployment
Kumpulan dikerahkan pada kerangka OSGi, bungkusan lingkungan runtime. Ini bukan sebuah wadah seperti Java Application Server. Ini adalah sebuah lingkungan kolaboratif. Bundel menjalankan VM yang sama dan dapat benar-benar berbagi kode. Kerangka menggunakan eksplisit impor dan ekspor untuk memasang sebuah buntalan sehingga mereka tidak perlu menyibukkan diri dengan kelas loading. Kontras lain dengan aplikasi server adalah bahwa pengelolaan kerangka kerja standar. API sederhana memungkinkan kumpulan untuk menginstal, start, stop, dan memperbarui kumpulan lainnya, serta pencacahan buntalan dan penggunaan layanan mereka. API ini telah digunakan oleh banyak agen manajemen untuk mengendalikan kerangka OSGi. Manajemen agen sangatlah beragam sebagai Knopflerfish desktop dan manajemen Tivoli IBM server.

Implementasi
Spesifikasi OSGi proses yang membutuhkan referensi spesifikasi implementasi untuk masing-masing. Namun, karena spesifikasi pertama selalu ada perusahaan komersial yang telah menerapkan spesifikasi serta implementasi open source. Saat ini, terdapat 4 open source implementasi dari kerangka dan terlalu banyak untuk menghitung implementasi dari layanan OSGi. Industri perangkat lunak yang terbuka telah menemukan teknologi OSGi dan semakin banyak proyek artefak menyampaikan sebagai kumpulan.

Spesifikasi OSGi License, Versi 1.0.
The OSGi Alliance ( “OSGi Alliance”) dengan ini memberikan kepada Anda dibayar penuh, non-eksklusif, tidak dapat dialihkan, di seluruh dunia, lisensi terbatas (tanpa hak untuk mensublisensikan), di bawah Aliansi OSGi hak kekayaan intelektual yang berlaku untuk melihat, mendownload, dan mereproduksi OSGi Spesifikasi ( “Spesifikasi”) yang mengikuti Perjanjian Lisensi ini ( “Perjanjian”). Anda tidak diizinkan untuk menciptakan karya turunan dari Spesifikasi. OSGi Alliance yang juga memberikan kepada Anda terus-menerus, non-eksklusif, di seluruh dunia, disetor penuh, bebas royalti, lisensi terbatas (tanpa hak untuk mensublisensikan) di bawah hak cipta yang berlaku, untuk menciptakan dan / atau mendistribusikan pelaksanaan Spesifikasi bahwa:
(i) benar-benar mengimplementasikan Spesifikasi termasuk semua antarmuka dan fungsionalitas yang diperlukan,
(ii) tidak mengubah, subset, superset atau memperpanjang Nama OSGi Space, atau menyertakan publik atau dilindungi setiap paket, kelas, Jawa antarmuka, ladang atau metode dalam Ruang Nama yang OSGi selain yang dibutuhkan dan disahkan oleh Spesifikasi. Penerapan yang tidak memuaskan keterbatasan
(i) – (ii) tidak dianggap sebagai pelaksanaan Spesifikasi, tidak mendapatkan keuntungan dari lisensi ini, dan tidak boleh digambarkan sebagai pelaksanaan Spesifikasi. Sebuah pelaksanaan Spesifikasi tidak boleh mengklaim sebagai pelaksanaan sesuai Spesifikasi kecuali melewati Pengujian Kepatuhan Aliansi OSGi untuk Spesifikasi sesuai dengan proses OSGi Alliance. “Nama OSGi Space” akan berarti kelas publik atau deklarasi interface yang namanya dimulai dengan “org.osgi” diakui atau penggantinya atau penggantian daripadanya.


Sumber :
http://hakusensha.blogspot.com/2010/11/arsitektur-dan-service-pada-telematika.html
http://adhek09.wordpress.com
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/12/pengantar-telematika-materi-2/

PENULISAN - Arsitektur telematika ( client dan server )


Arsitektur jaringan Client Server merupakan model konektivitas pada jaringan yang membedakan fungsi computer sebagai Client dan Server. Arsitektur ini menempatkan sebuah komputer sebagai Server. NahServer ini yang bertugas memberikan pelayanan kepada terminal-terminal lainnya tang terhubung dalam system jaringan atau yang kita sebut Clientnya. Server juga dapat bertugas untuk memberikan layanan berbagi pakai berkas (file server), printer (printer server), jalur komunikasi (server komunikasi)
Dibagi dalam 2 bagian Arsitektur yaitu :
Arsitektur Client Side
Merujuk pada pelaksanaan data pada browser sisi koneksi HTTP. JavaScript adalah sebuah contoh dari sisi eksekusi client dan contoh dari sisi penyimpanan pada client adalah cookie.

Karakteristik :
- Memulai terlebih dahulu permintaan ke server.
- Menunggu dan menerima balasan.
- Terhubung ke sejumlah kecil server pada waktu tertentu.
- Berinteraksi langsung dengan pengguna akhir, dengan menggunakan GUI.
Arsitektur Server Side
Pada server side, ada sebuah server Web khusus yang bertugas mengeksekusi perintah dengan menggunakan standar metode HTTP. Misalnya penggunaan CGI script pada sisi server yang mempunyai tag khusus yang tertanam di halaman HTML. Tag ini memicu terjadinya perintah untuk mengeksekusi.

Karakteristik :
- Menunggu permintaan dari salah satu client.
- Melayani permintaan klien dan menjawab sesuai data yang diminta oleh client.
- Suatu server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan client.
- Jenis-jenisnya : web server, FTP server, database server, E-mail server, file server, print server.
Dibawah ini merupakan penjelasan tentang beberapa kolaborasi arsitektur sisi client dan sisi server :
dibagi atas 3 jenis kolaborasi
 1. Arsitektur Single- Tier
Arsitektur Single- Tier adalah semua komponen produksi dari sistem dijalankan pada komputer yang sama. Sederhana dan alternatifnya sangat mahal. Membutuhkan sedikit perlengkapan untuk dibeli dan dipelihara.
2. Arsitektur Two-tier
Pada Arsitektur Two-tier, antarmukanya terdapat pada lingkungan desktop dan sistem manajemen database biasanya ada pada server yang lebih kuat yang menyediakan layanan pada banyak client. Pengolahan informasi dibagi antara lingkungan antarmuka sistem dan lingkungan server manajemen database.
3. Arsitektur Three-tier
Arsitektur Three-Tier diperkenalkan untuk mengatasi kelemahan dari arsitektur two-tier. Di tiga tingkatan arsitektur, sebuah middleware digunakan antara sistem user interface lingkungan client dan server manajemen database lingkungan. Middleware ini diimplementasikan dalam berbagai cara seperti pengolahan transaksi monitor, pesan server atau aplikasi server. Middleware menjalankan fungsi dari antrian, eksekusi aplikasi dan database staging
Contoh-contoh dari layanan telematika yaitu :
Layanan Informasi
Beberapa contoh layanan informasi :
- Telematik terminal
- Jasa pelayanan internet
Layanan Keamanan
Layanan ini memberikan fasilitas untuk memantau dan memberikan informasi jika sesuatu berjalan tidak seharusnya
Layanan Context-Aware dan Event-base
Context-awareness merupakan kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan yaitu data dasar user, lokasi user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user.
 sumber  : http://yukiejapan.blogspot.com/2010/11/arsitektur-client-server-telematika.html

PENULISAN - Definisi Telematika


 Definisi telematika yang diambil dari pelbagai sumber.


1. Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles danvehicle telematics).
(sumber: wikipedia, http://id.wikipedia.org/wiki/Telematika)

2. Di dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Telematika. Kata telematika berasal dari istilah dalam bahasa PerancisTELEMATIQUE yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICSadalah singkatan dari TELECOMMUNICATION and INFORMATICS sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai {the new hybrid technology} yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu.

Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi TELEKOMUNIKASI, MEDIA dan INFORMATIKA yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau {the Net}. Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.

(sumber:http://www.total.or.id/info.php?kk=Telematika)

Demikian adalah definisi-definisi telematika yang diambil dari pelbagai sumber. Semoga definisi-definisi diatas dapat memperjelas apa yang ingin kita ketahui.